Pencarian Pesawat AirAsia Harus Libatkan BIN dan Densus 88

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 29 Desember 2014, 08:02 WIB
Pencarian Pesawat AirAsia Harus Libatkan BIN dan Densus 88
ilustrasi/net
rmol news logo . Indonesia belum aman dari ancaman serangan teroris. Karena itu, mungkin juga hilangngnya Pesawat AirAsia  dengan jenis A320-200 dengan nomor penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura karena aksi terorisme.

"Dalam posisi cruising level di atas ketinggian lebih dari 30.00 feet juga hilangnya pesawat bisa terjadi akibat sebuah sabotage aksi teroris," kata mantan instruktur flight safety, FX. Arief Poyuono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 29/12).

Berdasarkan statistik tentang kecelakaan pesawat yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dalam 10 tahun terakhir ini, jelas Arif, kecelakaan pesawat dalam posisi cruise level sangatlah kecil sekali persentasenya. Dan terjadinya kecelakaan dalam posisi cruise level karena sabotage, dibajak atau ditembak dengan rudal dari darat

"Karena itu peyelidikan pesawat AirAsia yang hilang kontak harus melibatkan BAIS, Densus 88 serta BIN untuk mencari hilangnya pesawat tersebut yang kemungkinan disabotase," saran Arief.

Arief sendiri berharap semoga prediksinya ini salah. Ia berharap pesawat melakukan pendaratan darurat akibat sesuatu hal, dan penumpang serta crew pesawat selamat semua.

"Dan semoga tim SAR cepat menemukan mereka," demikian Arief. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA