Demikian disampaikan mantan instruktur
safety flight, FX.Arief Poyuono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 29/12).
Menurut Arief, ada beberapa penyebab mengapa pesawat bisa hilang kontak. Pertama karena
technical reason yang menyebabkan pesawat
crash dan
crew pilotnya melakukan pendaratan darurat di suatu tempat.
Kedua, ungkap Arief, ini juga bisa terjadi karena
weather phenomenon yang tiba- tiba berubah seperti terjadinya
turbulemce tiba-tiba dan pilot tidak siap. Hal ini menyebabkan pesawat kehilangan tenaganya dan kemungkinan selamat bisa saja terjadi jika pilotnya mampu melakukan prosedur pendaratan darurat dengan baik
Penyebab lain, lanjutnya, bisa jadi karena bagasi penumpang dan kargo yang mengandung bahan yang eksplosive yang masuk katagori
danger goods, dan tidak terdeteksi dengan baik oleh security atau tidak dilaporkan oleh penumpang atau perusahaan jasa kargo ketika
check in dan kemudian di-
loading ke pesawat dan tidak di-
packing sesuai aturan.
Bisa juga, masih kata Arief, dalam posisi
cruising level di atas ketinggian lebih dari 30.00 feet juga bisa terjadi akibat sebuah sabotage aksi teroris. Misalnya diledakan dengan Bom yang meledak saat posisi
cruise level. Ini sangat dimungkinkan karena Indonesia belum aman dari ancaman serangan teroris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: