Wagub Sumbar: Jangan Sampai Ekskul Wajib Pramuka Dibatalkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 24 Desember 2014, 18:38 WIB
Wagub Sumbar: Jangan Sampai Ekskul Wajib Pramuka Dibatalkan
rmol news logo Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib berdasarkan Kurikulum 2013. Namun dengan adanya kebijakan penundaan Kurikulum 2013 oleh pemerintah, apakah Pramuka masih diwajibkan di sekolah-sekolah?

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Barat, Muslim Kasim mengemukakan, penundaan Kurikulum 2013 semestinya tidak mengubah apalagi menghentikan kedudukan Pramuka sebagai ekstrakurikuler (ekskul) wajib.

"Meski kurikulum 2013 sedang ditunda atau dihentikan, tapi janganlah pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib langsung dibatalkan," ujar Muslim Kasim mengutip rilis yang diterima dari Luqman Hakim Arifin selaku Andalan Nasional Kwarnas Pramuka Bidang Kominfo. 

Menurut Muslim Kasim yang juga menjabat sebagai wakil gubernur Sumatera Barat, manfaat kegiatan Pramuka sebagai pendidikan karakter anak bangsa sangatlah besar bagi generasi muda Indonesia. Jadi, semestinya memang dipertahankan.

"Generasi muda harus lebih berperan secara sosial, dan itu bisa di Pramuka," tandasnya.

Sesjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Yudi Suyoto menimpali jika Kurikulum 2013 oleh sebagian pihak dianggap memberatkan anak didik, maka kegiatan Pramuka justru sebaliknya, sangat relevan dan berguna.

"Jadi, sayang saja kalau harus dihentikan," tegasnya.
 
Hingga kini, jelas Yudi, Pramuka masih menunggu koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan terkait penundaan Kurikulum 2013.

"Kami menunggu waktu untuk audiensi terkait kebijakan itu," pungkas Yudi.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA