"Saat ini kami memiliki sekitar 10 pompa. Dan hampir semuanya sudah berusia lebih dari 30 tahun," ujar dia saat dihubungi, Selasa (23/12).
Lintong berjanji akan segera memperbaharui pompa berusia uzur tersebut dalam waktu dekat. Karena saat ini pompa air hemat energi belum sepenuhnya terpasang di Ibukota.
"Padahal dengan menggunakan pompa hemat energi ini, Aetra dapat menghemat pengeluaran biaya operasional sekitar 10 sampai 20 persen," katanya.
Alasan Lintong, pompa hemat energi belum disalurkan karena kebutuhan warga yang berbeda-beda. Sehingga tidak semua pompa yang mengalir ke rumah warga diganti dengan metode teknologi tinggi. Ia berjanji akan mengganti pompa kapasitas 1000 liter milik Aetra dengan pompa tipe amstrong vertical berkapasitas 1300 liter per detik.
"Dari perhitungan yang dilakukan. Dengan menggunakan sistem pompa ini penghematan energi yang didapat adalah di atas 55 persen," tandasnya.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.