"Pengelolaan lahan gambut harus dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan sosial dan kesejahteraan tanpa membahayakan ekosistem," kata Albarsyah dari Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek) dalam keterangan kepada redaksi beberapa saat lalu (Senin, 22/12).
Menurut Albarsyah, kunci penting dalam pengelolaan lahan gambut dapat dilakukan melalui pengelolaan tata air secara profesional yang membatasi drainase untuk kawasan budidaya dan melindungi sistem hutan rawa gambut yang dilestarikan.
"Dengan berbasis ilmu pengetahuan, pengelolaan lahan gambut yang bertanggungjawab, membutuhkan investasi yang nyata dan teknologi serta sumberdaya manusia, sehingga degradasi di lahan gambut dapat dihindari," ujarnya.
Albarsyah menambahkan, dalam rangka menelaah masalah pengelolaan lahan gambut, Mapiptek berinisasi menyelenggarakan diskusi dengan tema "Penerapan Teknologi dalam Pengelolaan Gambut Lestari."
Akan hadir dalam diskusi yang akan digelar Selasa besok (23/12) itu Dr. Agus Kristiyono (Peneliti Georadar BPPT), Dr Suwardi (Sekjen Himpunan Ilmu Tanah Indonesia), Petrus Gunarso, Ph.D, dan Dr. Ricky Avezora (Ketua Program Studi Pasca Sarjana Manajemen Ekowisata dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor).
[ysa]
BERITA TERKAIT: