Kenyamanan mereka ini mulai terganggu dengan kebijakan Yuddy yang melarang menggunakan hotel untuk rapat, bila masih ada ruangan lain milik pemerintah yang mencukupi.
Demikian disampaikan Koordinator Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, dalam keterangan kepada Kantor Berita Politik
RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 12/12).
Hal yang dilupakan para penghujat itu, ungkap Nova, Yuddy melakukan perhelatan yang mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Indonesia di Balai Kartini itu karena ruangan kantor yang dimiliki Kemen PAN-RB tidak dapat menampung kapasitas peserta yang hadir, yang mencapai 1.500 orang. Dan ternyata celah ini digunakan pihak-pihak yang terganggu kenyamananya oleh Yuddy untuk menyerang Yuddy, dengan penilaian ikonistensi.
"Sudah menjadi rahasia umum tentang malpraktek penghabisan dana aggaran birokrat di akhir tahun yang ber-kongkalikong dengan oknum pimpinan penyedia tempat atau hotel dan atau dengan pihak oknum jasa event organizer," kata Nova.
Menurut Nova, LSM IBSW sendiri sangat mendukung upaya MenPAN-RB yang menerapkan aturan larangan rapat di hotel dengan alasan penghematan anggaran. Kecuali dalam melaksanakan pertemuan atau rapat, instansi yang memiliki fasilitas sendiri, sudah tidak lagi dapat menampung jumlah peserta rapat. Dan acara di Balai Kartini itu itu tidak bertentangan dengan Komitmen MenPAN-RB dalam hal efisiensi melainkan sudah sesuai dengan Surat Edaran MenPAN-RB No11/2014.
[ysa]
BERITA TERKAIT: