Di jejaring sosial Twitter,
account @bambangts mendukung penuh usul Menteri kelahiran PangandaÂran, 15 Januari 1965 ini. Joss, maÂkin cepat makin baik bu,†kicaunya.
Account @IvanLhardja mengaku, senang mendengar rencana anggota kabinet kerja yang juga pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu.
Wuiihh,
I love you tante Susi,†celotehnya.
Account @maswiier bahagia meÂngetahui Menteri anak tuan tanah di daerah Pangandaraan ini mengusulÂkan proyek radikal, menenggeÂlamÂkan kapal nelayan asing pencuri ikan. Suangaaar nih bu Menteri, top,†tweetnya.
Account @railfansdaop09 berhaÂrap, usul Menteri Susi bisa mencipÂtakan efek jera bagi nelayan asing yang kerap mencuri ikan di perairan NuÂsantara.
Ini tanda Indonesia seÂmaÂkin greÂget menjaga kedaulatan lautÂnya,†katanya.
Account @19Deviezta tak sabar ingin melihat aparat keamanan IndoÂnesia mengebom kapal asing yang mencuri ikan secara ilegal. Kalau bisa bulan ini sudah ada yang diÂbom,†cetusnya.
Account @degon berpendapat, langkah menenggelamkan kapal dengan cara mengebom lebih cepat dan efektif, ketimbang membakar.
Kalau eksekutornya TNI, nggak eleÂgan dong tengelamkannya dengÂan cara manual disulut bensin. Yang betul emang dibom, doaarr,†ujarÂnya.
Account @gus34 mengusulkan, aparat TNI mendokumentasikan proses pengeboman. Menurutnya, hasil rekaman pengeboman dibuat film dokumenter.
Jadikan target latihan tembak kaÂpal TNI AL dan TNI AU saja, heÂhe,†kelakarnya.
Account @HyldhanFulthoni meminta, perlengkapan pengeboÂman TNI untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan diproduksi perusahaan dalam negeri. Bravo Indonesia,†kicaunya.
Account @mantriss menyaÂranÂkan, aparat TNI dan Polri memÂberi kesempatan kepada nelayan asing untuk melompat ke laut sebelum kaÂpalnya dihancurkan.
Tunggu awakÂnya gemetar, terus nyebur ke lautan baru ditenggelamÂkan,†sarannya.
Berbeda, Tweeps @AnÂdi_sekeÂluarÂga menilai, usul Menteri Susi terlalu berlebihan. Menurutnya, apaÂrat tak perlu buang-buang amunisi hanya untuk menenggelamkan kapal nelayan pencuri ikan.
Sebegitu teganya dirimu bu MenÂteri,†protesÂnya.
Tweeps @MeityNg menilai, usul Menteri Susi justru membahayakan keÂselamatan ikan-ikan di dalam lauÂtan. Sebab, bahan bom yang meleÂdak akan mencemari lingkungan.
Kalau dibom ikannya ikut mati bu, sayang ikan dan bomnya,†kataÂnya.
Tweeps @D34t4m4 mengingatÂkan, cara Menteri Susi menindak kaÂpal asing pencuri ikan tidak elegan. Soalnya, berpotensi menghabiskan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sayang bu bomnya. Mending buat stok perang. Kapalnya bolongin aja, ntar juga tenggelem sendiri. IntiÂnya nenggelamkan kapal jangan baÂnyak makan anggaran,†ingatnya.
Tweeps @ @jedemar mewanti-wanti Menteri Susi tidak memakai sepeserpun uang negara hanya unÂtuk proyek menenggelamkan kapal nalaÂyan asing.
Jangan pake sepeserpun duit RI. Suruh saja ABK maling ikan yang tenggelamin kapal mereka sendiri. Jadi menteri pake akal donk, jangan asal jeplak,†ketusnya.
Tweeps @NUGROS13 meniÂlai, wacana Menteri penerus Fadel MuÂhammad dan Sharif Cicip SuÂtardjo itu hanya pencitraan. Heboh doank kau bu,†sindirnya.
Tweeple @Rohmat buchori yang memilih berÂsikap netral mengusulÂkan, kapal-kaÂpal nelayan asing yang ketangkap penÂcuri ikan tidak dibuÂmihangusÂkan.
Sebaiknya disita saja untuk koÂperasi nelayan,†imbaunya.
Menteri Susi punya usulan agar kaÂpal asing pelaku pencurian ikan (
ilÂlegal fishing) bisa langsung diÂbom, lalu ditenggelamkan. Selama ini cara sederhana menenggelamkan kaÂpal adalah dengan cara dibakar.
PeÂnenggelaman kapal, dibom saja kali,†tegas Susi di kantor MenÂko PerÂekonomian, Jakarta, kemarin.
Namun, jelas dia, pemboman pada kapal asing itu bukan berarti mereka diÂbom selagi ada awaknya. Tetapi seÂÂtelah dievakuasi para awaknya, kaÂpal itu baru dibom untuk ditengÂgeÂlamkan.
Meski menuai kritik teruÂtama dari negara tetangga Malaysia, Susi meÂngatakan upaya yang dilaÂkuÂkannya memiliki dasar hukum. Ia juga meÂnyatakan, TNI AL suÂdah siap untuk melakukan eksekusi terÂhadap kapal-kapal asing yang menÂcuri ikan di perairan Indonesia.
Kita kan ada Undang-Undangnya dan Pak KSAL sudah
ready kok. Itu kan kata media (Malaysia-red). SeÂhaÂrusnya di-
Âcounter oleh media (kita) juga.
GoÂverment dengan
goverment, media dengan media,†tegas Susi.
Penegakan hukum yang tegas, meÂnurut Susi, perlu dilakukan terutaÂma mengingat dalam satu bulan terÂakhir saja sudah lebih dari 150 kaÂpal ilegal yang memasuki perairan InÂdonesia. Dengan MoU yang telah dilakukannya dengan TNI AL, Susi merasa lebih lega.
Menteri Koordinator bidang KeÂmaritiman Indroyono Soesilo meÂngatakan, mekanisme penembakan bisa langsung dieksekusi pihak KeÂmenterian Kelautan dan PerikaÂnan dengan menggunakan peluru berÂkaliber 12.17 mm.
Nanti kalau ada kejadian baru kita beri tahu. Banyak cara,
diboÂlongin juga tenggelam
kok. Kapal ikan itu bukan kapal besar,†tutur Soesilo. ***
BERITA TERKAIT: