Dalam kesempatan itu Menaker mencetak satu gol, sementara Dirut BPPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Elvyn G Masassya membuat hattrick tiga gol.
Menaker sebelumnya membuka secara resmi turnamen BPJAMS Futsal Challenge 2014 yang diikuti 33 tim dari perusahaan dan media.
"Ajang pertandingan futsal dan olahraga lainnya bisa menjadi sarana tepat menyosialisasikan program BP Jamsostek. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," jelas Hanif.
Sebagai badan hukum publik, BPJS Ketenagakerjaan dituntut memberi pelayanan jaminan sosial bagi pekerja/buruh secara prima dan menyeluruh.
"BPJS Ketenagakerjaan seperti melalui permainan futsal ini harus secara proaktif mengejar pekerja/buruh yang belum menjadi peserta jaminan sosial," ujarnya mengingatkan.
Saat ini, lanjutnya, jumlah angkatan kerja berdasarkan statistik Agustus 2014 ada 121,9 juta orang, penduduk yang bekerja 114,63 juta orang. Namun dari jumlah itu, pekerja formalnya hanya 42,38 juta orang (37 persen).
"Pekerja informal yang mencapai 63 persen menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menjemput bola, sebagaimana filosofi pada olahraga futsal ini," kata Hanif.
Dirut BP Jamsostek Elvyn G. Masassya mengatakan melalui turnamen bisa lebih memasyarakatkan olahrafa khususnya futsal sekaligus menyosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan pada kalangan pekerja.
BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, dibutuhkan untuk kesejahteraan pekerja, karena yang disebut sejahtera itu bisa memenuhi sandang, pangan, dan papan.
"Dengan olahraga, para pekerja akan menjadi lebih sehat. Mudah-mudah Menaker bisa memberikan spirit pada pekerja untuk berolahraga agar lebih sehat dan bisa mensejahterakan keluarga," pungkasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: