Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada
RMOL pada Rabu malam (18/11).
Menurut Neta, hal ini penting sebab salah satu penyebab bentrokan antara TNI dan Polri di Batam adalah karena penggunaan seragam loreng militer pada anggota Brimob, yang dinilai sebagai wujud arogansi Polri.
"Jika hal ini tidak dilakukan bentrokan TNI-Brimob dikhawatirkan akan meluas ke daerah lain," tegas Neta.
Sementara itu, lanjut Neta, dua penyebab lain adalah tidak terkendalinya aksi backing membacking yang dilakukan oknum-oknum kedua institusi, dan masih membaranya dendam kesumat antar oknum kedua institusi pasca bentrokan 21 September 2014, yang menyebabkan empat anggota Batalion 134 Tuah Sakti tertembak.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: