"Bagi Jokowi, beliau sadar betul bahwa tiga hari lagi akan menjadi Presiden bagi segenap rakyat Indonesia, bukan Presidennya partai-partai Koalisi Indonesia Hebat, PDIP, apalagi presidennya orang Solo," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan di MPR, Ahmad Basarah, kepada
RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 17/10).
Oleh karena itu, lanjut Basarah, keputusan Jokowi untuk menemui tokoh-tokoh di luar pendukung KIH membuktikan Jokowi seorang yang berjiwa ksatria dan negarawan. Sementara bagi Prabowo, yang dengan sukarela menerima kunjungan silaturahmi Jokowi di tengah berbagai macam spekulasi publik akan adanya gangguan dalam proses pelantikan presiden tanggal 20 Oktober mendatang, adalah suatu sikap yang cerdas dan menunjukkan sikap kenegarawanannya.
Bagi Jokowi, jelas Basarah, kompetisi pilpres sudah selesai dan pemilihan pimpinan DPR/MPR juga sudah selesai. Kini saatnya untuk mulai bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga negara sebagaimana diatur oleh UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya.
"Sebagai bangsa yg besar, kita patut bersyukur bahwa para pemimpin kita telah memberikan contoh dan suri tauladan yangg baik bagi pembangunan sistem demokrasi di Indonesia," demikian Basarah.
[ysa]