"Wartawan harus mengenali terlebih dahulu sumbernya, pahami latar belakangnya, agar tidak terjebak arus dan bisa merekonstruksi informasi," kata wakil pimpinan redaksi
Kantor Berita Politik RMOL Aldi Gultom pada puluhan peserta pelatihan jurnalistik yang digelar di Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Jakarta pada Rabu (8/10).
Selain mengulas soal teknik wawancara, dalam pemaparannya, Aldi juga membagikan pengalamannya selama menjalani kerja jurnalistik selama hampir 10 tahun kepada para peserta yang merupakan mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta tersebut.
Mahasiswa yang antusias pun tak segan melontarkan pertanyaan untuk mengorek lebih dalam soal praktik jurnalistik.
Salah seorang mahasiswa dari Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) menanyakan soal adanya fenomena kepentingan-kepentingan dalam media dan dunia jurnalistik.
"Secara prinsip, media harus berpihak. Tapi berpihak pada siapa, itu yang jadi masalah," jelasnya.
"Ada media yang membawa kepentingan bisnis atau politik. Tapi justru hal ini menguntungkan, karena kita bisa memilah-milah. Tinggal bagaimana kita bisa cerdas menyikapinya," sambungnya.
Keberpihakan itu, kata Aldi, adalah hal yang penting. Pasalnya fakta tidak bisa dibiarkan begitu saja, melainkan harus direkonstruksi dan didalami lebih jauh soal fakta lain di balik fakta.
"Boleh baca semua berita, tapi jangan lantas diamini dan perlu dikritisi," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: