Rektor Moestopo: Wartawan Harus Hati-hati, Keliru dalam Tugas Maka Negara Kacau

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 08 Oktober 2014, 14:49 WIB
Rektor Moestopo: Wartawan Harus Hati-hati, Keliru dalam Tugas Maka Negara Kacau
prof. Sunarto
rmol news logo Komunikasi mempunyai peran yang sangat vital dalam proses penyampaian rekonstruksi realita yang dipengaruhi oleh kepentingan.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) Jakarta, Prof. DR. Sunarto ketika menyampaikan materi "Teknik Komunikasi" di hadapan 30 peserta pelatihan jurnalistik yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dan LPM Diamma di kampus tersebut, Jakarta, (Rabu, 8/10).

Dengan penggunaan bahasa serta perumpamaan kekinian agar bisa diterima para peserta, Sunarto menjelaskan soal nilai-nilai dasar komunikasi dan kaitannya dengan kerja jurnalistik, baik berupa bentuk, fungsi, teknik, dan teori.

"Masuk dunia jurnalistik itu harus hati-hati. Karena kalau jadi dokter gigi keliru menjalankan tugas, yang rugi satu orang. Tapi kalau wartawan keliru dalam tugasnya, satu negara yang kacau," ujar Sunarto yang mengenakan setelan pakaian bernuansa abu-abu, mengutip pernyataan Prof. DR. Moestopo.

Pemaparan Sunarto itu merupakan materi awal yang diterima mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta yang akan mengikuti pelatihan jurnalistik sampai Jumat mendatang tersebut.

Selama pelatihan, Sunarto juga membagi pengalamannya soal perkerjaan terkait komunikasi. Suasana pun semakin hidup dengan adanya sejumlah mahasiswa yang antusias dan melontarkan pertanyaan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA