"Di saat hari-hari besar, di saat anak, istri, orang tuanya sakit yang sangat membutuhkan kehadirannya, mereka rela dan ihklas berjuang jiwa dan raga demi kehormatan negara, menjaga perbatasan, pulau-pulau terluar, pulau-pulau terpencil, pulau-pulau tanpa penghuni, masih bisa tersenyum, senantiasa melayani, menjaga keamanan dan keutuhan NKRI," demikian disampaikan anggota DPR dari Fraksi Amanat Nasional (PAN), Achmad Hafisz Tohir, kepada
RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 7/10).
Tentara, lanjut Hafisz, juga adalah manusia biasa yang bisa meneteskan air mata bila sedih dan rindu dengan keluarganya. Maka bila pun ada sebagian masyarakat yang terkadang memvonis tentara itu buruk, sadis, jahat dan lai-lain, maka itu juga bagian dari sifat kemanusiaanya, dan bukan institusinya.
Dengan meraup penghasilan bulanan yang hanya pas-passan, masih kata Hafisz, tentara juga tetap bahagia dan selalu berusaha bekerja dengan profesional dan semaksimal mungkin. Tentara pun menjadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir NKRI.
"Semoga masyarakat mengerti akan tugas mulia tentara," demikian Hafisz Tohir terkait HUT ke-69 TNI.
[ysa]
BERITA TERKAIT: