Disebut Ahok Mundur karena Gagal, John Aryananda Pastikan Tetap Dirut JM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 25 September 2014, 17:23 WIB
Disebut Ahok Mundur karena Gagal, John Aryananda Pastikan Tetap Dirut JM
John Aryananda
rmol news logo Gagal membangun Monorel di Jakarta, John Aryananda dikabarkan keluar dari PT Jakarta Monorail (JM). Padahal John menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan yang didapuk sebagai pelaksana pembangunan proyek senilai Rp 15 triliun itu.

Kabar keluarnya John dari PT JM disampaikan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku tidak tahu alasan apa yang membuat John keluar dari PT JM. Tetapi ia yakin mundurnya John berkaitan dengan gagalnya PT JM membangun proyek Monorel di ibukota.

"Monorel itu, Dirut-nya PT JM kan sudah berhenti, Pak John itu sudah berhenti dari PT JM, enggak tahu kenapa. Mungkin karena dia merasa enggak berhasil membangun monorel," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (25/9).

Ahok juga mengaku tidak tahu kapan tepatnya John melepas jabatannya dari PT JM. Yang pasti, dokumen terakhir yang dia peroleh dari PT JM diketahui bila John Aryananda sudah tidak lagi menandatangai laporan yang diserahkan kepada Pemprov DKI. Sebagai penggantinya ternyata nama Sukmawati Syukur.

"Kemarin dokumen yang tandatangan sudah bukan John lagi, Bu Sukma yang tandatangan. Ngapain DKI ambil alih monorel, PT JM juga enggak punya modal, duit," tandas Ahok.

Sementara itu, di tempat terpisah, John Aryananda mengaku masih menjabat sebagai Dirut PT JM. Ia bahkan dengan tegas membantah semua pernyataan Ahok itu. Bahkan, dokumen yang dimaksud Ahok juga diakui John ditandatangani sendiri olehnya.

"Saya ini masih Dirut PT JM. Enggak semua dokumen itu saya yang menandatangani," ujar John dengan nada tinggi.

Lebih lanjut ia menjelaskan PT JM telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh Pemprov DKI Jakarta. Bahkan ia mengklaim tengah menanti jawaban dari Ahok terkait dokumen yang mereka kirimkan itu.

"Kita masih menunggu sikap Pemprov DKI. Terakhir, kami sudah kirim perhitungan dan katanya mau direview oleh DKI, jadi kami tunggu saja panggilan Pemprov DKI," tandas John. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA