Kabinet Jokowi-JK Juga Butuh Orang-orang Daerah yang Mampu dan Berkualitas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 25 September 2014, 14:17 WIB
Kabinet Jokowi-JK Juga Butuh Orang-orang Daerah yang Mampu dan Berkualitas
rmol news logo . Dalam membentuk kabinet, Jokowi-JK diharapkan memperhatikan keterwakilan daerah, dan tidak melulu diisi kalangan partai politik atau profesional. Tentu saja, orang daerah itu haruslah sosok yang memiliki prestasi, integritas dan kapabilitas.
 
"Kalau ada tokoh daerah yang mampu, kenapa tidak? Tentu yang paling penting memiliki kualitas dan memenuhi syarat," kata Gurubesar IAIN Antasari Banjarmasin, Abdul Hafiz Anshary, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 25/9).

Mantan Ketua KPU RI itu mengatakan hal tersebut guna menanggapi banyaknya tokoh-tokoh daerah termasuk kepala daerah yang dikabarkan masuk bursa calon menteri pada kabinet pemerintahan Jokowi-JK, seperti Ridwan Kamil (wali kota Bandung), Tri Risma Harini (wali kota Surabaya), Sultan Khairul Saleh (Bupati Banjar), dan Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).

Hafiz menambahkan, hal terpenting untuk dipertimbangkan dalam pembentukan kabinet baru nanti  adalah tokoh daerah yang memiliki prestasi bagus dan amanah. "Tokoh-tokoh daerah ini patut dipertimbangkan. Selain berprestasi, juga memiliki keterwakilan daerah yang sangat kuat," kata Hafiz.

Dia mengakui bahwa dalam penyusunan kabinet ada aspek politik yang sulit dihindari. Meski begitu, figur yang diusung tetap harus memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidangnya.

"Secara teori dan ideal, aspek profesional lebih utama untuk menentukan penyusunan kabinet, bukan aspek politik. Walaupun harus kita sadari, pada praktiknya penyusunan kabinet itu tidak luput dari aspek-aspek politik," jelasnya, sambil mengingatkan, siapapun yang nanti dipilih Jokowi untuk menduduki posisi menteri, dia adalah milik bangsa Indonesia, bukan milik golongan atau partai, serta mampu dan memenuhi persyaratan kualitatif.

Sebelumnya, masuknya tokoh-tokoh daerah ini dalam bursa menteri diakui sendiri oleh Jokowi.  Dia memastikan kepala daerah yang telah masuk radar pantauannya lebih dari satu. "Ada yang masuk dalam kandidat. Ada pokoknya," ujar Jokowi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA