Pusaka Trisakti: Ahok Harus Dibela Atas Nama Konstitusi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 24 September 2014, 13:19 WIB
Pusaka Trisakti: Ahok Harus Dibela Atas Nama Konstitusi
rmol news logo Munculnya desakan dan demo berbagai pihak termasuk Front Pembela Islam (FPI) yang mengadakan long march hari ini (Rabu, 24/9) untuk meminta Ahok mundur sebaiknya dimaknai sebagai dinamika demokrasi.

"Ini kan dinamika demokrasi dan persoalan bahasa komunikasi politik saja yang dibumbui kekecewaan elit parpol yang tidak senang Ahok yang lebih dukung Pilkada langsung dan mengincar jabatan gubernur via pemilihan DPRD," ujar Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti Fahmi Habsyi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta.

Lanjutnya, beberapa langkah Ahok sebetulnya juga sejalan dengan agenda FPI. Misalnya penutupan diskotek Stadium beberapa waktu lalu.

"Bertahun-tahun FPI demo minta kepolisian tutup Stadium tapi akhirnya eksekusi di tangan Pemprov DKI. Hal yang tidak mungkin dituruti di era Foke walau Foke dianggap dekat kelompok Islam," terangnya.

Fahmi menegaskan selama Ahok tetap dalam koridor mewujudkan trisakti kebijakan pro rakyat, menjaga keharmonisan antar umat beragama, pemerintahan akuntabel, dan tidak ingin memperkaya diri dengan menyalahgunakan jabatan maka atas nama konstitusi dan keadilan selayaknya Ahok dibela.

"Bung Ahok mungkin perlu perbaiki gaya komunikasinya ala Dale Carnaige. Niat baik jika salah menyampaikan disikapi berbeda. Politik kan itu presepsi. Banyak hal sama apa yang dipikirkan Ahok tentang merapihkan Jakarta dengan yang dipikirkan FPI," pungkasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA