Susaningtyas: Pergantian Jenderal Budiman Tak Perlu Dipolitisir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 27 Juli 2014, 08:15 WIB
Susaningtyas: Pergantian Jenderal Budiman Tak Perlu Dipolitisir
susaningtyas/net
rmol news logo . Hingga saat ini pergantian Kepala Staf Angkatan Angkatan Darat (KSAD) yang nampak seperti mendadak masih mengundang banyak pertanyaan bagi sementara publik.

Namun demikian, bagi anggota Komisi I DPR dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayai Kertopati, pergantian ini merupakan langkah tepat Presiden SBY bila dilihat dari hukum Ketatanegaraan.

Keputusan itu, kata Susaningtyas, diambil tanggal 21 Juli karena pada tangga 22 Juli besoknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah akan menumumkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hail Pilpes 2014. Dari sisi ketatanegraan, Presiden incumbent dilarang mengambil keputusan yang bersifat strategis dan koordinasi diantara tanggal 22 Juli sampai dengan 19 Oktober.

Bila Presiden SBY mengganti Jenderal Budiman menunggu waktu pensiun pada tanggal 25 September, justru akan menyalahi ketatanegaraan dan kelaziman suatu pengangkatan pejabat tinggi.

"Dengan demikian, justru dengan adanya warning pergantian KSAD dilakukan tanggal 21 Juli, Jenderal Budiman berada pada posisi yang terhormat. Jelas beliau di mata Presiden SBY adalah perwira terbaik dijajarannya, dan digantikan bukan dicopot karena suatu masalah," kata Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu ( Minggu, 28/9).

Karena itu juga, Ketua DPP Hanura yang juga Doktor bidang intelijen ini pun mengingatkan semua pihak tidak lagi mempolitisir pergantian Jenderal Budiman. Apalagi bila ditambahi bumbu isu terkait Pilpres. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA