Ulama yang dikenal sebagai Quthbuddin asy-Syirazi ini lahir pada Oktober 1236 ketika dunia Barat masih diselimuti masa kegelapan. Ketika Barat masih gagap ilmu pengetahuan, Quthbuddin asy-Syirazi telah hadir sebagai sosok yang begitu maju dan mengagumkan di bidang matematika, fisikawan, astronom, dan kedokteran.
Maka ketika Barat belum memiliki rumah sakit yang baik, Quthbuddin Shirazi sudah aktif sebagai dokter dan bertahun-tahun bekerja di rumah sakit Shiraz, Iran selatan. Saat itu, rumah sakit di belahan Timur, atau dunia Islam, sudah sangat istimewa dan berkelas.
Dalam bidang kedokteran, penulis
al-Tuhfatu al-Syahiyyah tentang kinematika ini juga mempelajari dengan baik kitab kedokteran
Al-Qanun fi al-Thibb karya Ibnu Sina, atau yang di Barat dikenal sebagai Avicena. Dari hasil kajiannya terhadap pikiran Ibnu Sina itu, ia juga menghasilkan karya baru berjudul
Al-Tuhfatu al-Sa'diyyah.
Di luar ilmu eksak, Quthbuddin Shirazi juga adalah seorang ulama yang diperhitungkan dan terkemuka. Bahkan murid dari Nashiruddin Thusi ini dikenal sebagai filosof ternama. Sementara karyanya
Nihayatu al-Idrak fi Dirayati al-Aflak, sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu seperti ilmu falak, geologi, oseanologi, klimatologi, meteorologi, mekanika dan optik, menjadi perbincangan dari masa ke masa.
Tanggal 24 Ramadhan 710 Hijriah, atau 7 Februari 1311, ulama yang pernah menjadi hakim ini juga akhirnya meninggal dunia.
[ysa]