"Kebhinnekaan merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada negeri ini," kata peneliti senior Maarif Institute, Zuly Qodir, dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu (Kamis, 29/5).
Terkait dengan Pilpres, Zuly menilai pasangan Jokowi-JK adalah pasangan yang mempunyai visi-misi jelas dalam menjaga dan mengembangkan kebhinnekaan. Pasangan ini mempunyai kebijakan politik yang kongkret, yaitu negara harus memberikan perlindungan terhadap setiap warga, apapun agama, keyakinan, suku, dan warna kulitnya.
Pasangan Jokowi-JK, lanjutnya, mempunyai komitmen yang kuat untuk menegakkan hukum, khususnya bagi mereka yang kerapkali melakukan kekerasan dan diskriminasi. Zuly mengakui, Konstitusi sudah mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga kebhinnekaan dan toleransi. Tetapi masalahnya ada beberapa kelompok yang kerapkali menebarkan kekerasan.
"Karena itu, Jokowi-JK adalah pemimpin yang akan bersikap tegas dalam menegakkan hukum bagi pelaku kekerasan dan diskriminasi," demikian Zuly Qadir.
[ysa]
BERITA TERKAIT: