Amien Rais Tak Perlu Adu Domba Rakyat dengan Ilustrasi Provokatif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 29 Mei 2014, 05:01 WIB
Amien Rais Tak Perlu Adu Domba Rakyat dengan Ilustrasi Provokatif
amien rais/net
rmol news logo . Ilustrasi Amien Rais yang menggambarkan Pilpres sebagai perang Badar merupakan provokasi dengan menggunakan sentiman agama. Bagaimana tidak, dalam perang Badar, terjadi peperangan yang besar antara umat Islam dengan kafir Quraisy. Sementara dalam Pilpres tidak ada korban jiwa yang harus dipertaruhkan.

"Pilpres ini bukanlah perang, tapi kontestasi untuk cita cita besar membangun bangsa dan negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini adalah fastabiqul khoirot. Jangan menghadap-hadapkan rakyat dengan statemen provokasi-provokasi yang mengadu domba rakyat," kata jurubiacara capres-cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/5).
 
Amien Rais, ungkap Karding, tidak seharusnya berpikiran sektarian lagi, dan apalagi menggunakan isu berbau Sara. Dan seharusnya juga, sebagai tokoh bangsa, Amien Rais menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif dalam pilpres 2014 mendatang. Apalagi dalam pemilu kali ini memang hanya ada dua pasangan yang berkompetisi secara ketat.
 
Karding berharap kompetisi dalam pilpres mendatang berlangsung damai, sejuk dan bersahabat. Pola-pola pendekatan berbau Sara, black campaign dan saling serang baik harus dijauhi. Hal ini penting agar hasil pilpres mendatang benar-benar bisa menjadi pintu masuk kebangkitan Indonesia karena berasal dari hasil yang damai dan berkuaitas.

"Lebih baik capres dan cawapres serta para tim suksesnya untuk mengedepankan visi-misi dan gagasan serta komitmen membangun bangsa. Bukan mengedepankan serangan-serangan dan black campaign yang tak mendidik dan memanaskan suasana pesta demokrasi kita," demikian Karding. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA