Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi. Menurut Ari, bila Mahfud MD konsiten dengan sikapnya, tentu mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu akan memilih netral. Sebab gagal menjadi pendamping Jokowi bukan berarti harus berdiri berseberangan dengan Jokowi.
"Mahfud harusnya tetap menjadi wasit yang mengkrtisi Prabowo atau Jokowi. Apa yang ditempuh Mahfud sekarang ini tidak ubahnya sebagai orang yang selalu berambisi mengejar kedudukan dan jabatan," kata Ari kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 22/5).
Ari pun bisa memastikan persepsi publik atau warga Nadhliyin terutama tidak otomatis terpengaruh dengan sikap pilihan Mahfud. Justru publik bisa punya persepsi negatif terhadap Mahfud atau Rhoma Irama sekalipun.
"Justru keberpihakan tokoh muda seperti Anies Baswedan atau Dahlan Iskan itu yang berpengaruh besar karena mereka adalah influencer yang dipandang bersih oleh persepsi publik," jelas Ari, yang juga pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro.
[ysa]
BERITA TERKAIT: