"Dari sisi kejujuran pemimpin untuk menjalankan pemerintahan bersih korupsi, Jokowi unggul telak," kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia yang juga pendiri Lembaga Survei Indonesia, Denny JA.
Menurut Denny, berdasarkan survei pada Mei ini, publik yang menilai Jokowi jujur mencapai 77,3 persen. Sementara publik yang menilai Prabowo jujur hanya 54,9 persen. Dengan demikian, Jokowi unggul 20 persen di artas Prabowo.
Dari sisi pemilih yang mementingkan isu pemerintahan yang bersih sebagai prioritas, publik juga lebih percaya pada Jokowi ketimbang Prabowo; 36,54 persen percaya Jokowi, dan 23,80 persen percaya Prabowo. Sisanya 39,66 persen, mengatakan tak tahu atau tak jawab. Dengan demikian, bagi pemilih yang mementingkan pemerintahan bersih, jokowi unggul atas Prabowo sekitar 13 persen.
Isu pemerintahan bersih ini menjadi salah satu isu utama Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta. Dari sembilan agenda program Jokowi-JK, prioritas pemerintahan bersih korupsi cukup menonjol dan ada di nomor empat. Sementara dalam agenda Prabowo-Hatta, membangun pemerintahan bebas korupsi ada di nomor delapan.
"Untuk sementara, pemilih lebih mempercayai Jokowi yang lebih jujur dan lebih mampu menjalankan program pmerintahan yang bersih korupsi. Namun masih ada waktu 40 hari bagi Prabowo untuk mengejar ketertinggalannya," demikian Denny JA, dalam akun twitternya @DennyJA_WORLD pagi ini (Kamis, 23/5).
[ysa]
BERITA TERKAIT: