"Demokrat lupa mereka itu adalah partai politik, dan bukan ormas. Sebab, yang menilai dan mengkritisi visi, misi, dan program capres-cawapres itu adalah masyarakat, dan bukan partai," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 21/5).
Dalam Pilpres, Said menegaskan, partai justru seharusnya berperan membantu menyusun visi, misi, dan program capres-cawapres.
"Bukannya malah berperan sebagai juri," ungkap Said.
Said menilai pernyataan sikap politik Demokrat yang disampaikan Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan di kantor DPP Demokrat pada Selasa sore kemarin itu (20/5) juga sudah basi. Sebab tanpa harus disampaikan pun, terhitung sejak pukul 16.00 Selasa sore (20/5), secara hukum Demokrat sudah otomatis tidak bisa lagi ikut mengusung pasangan calon manapun secara formal.
"Itulah menit terakhir ditutupnya pendaftaran capres-cawapres di KPU. Pada menit itu pula Demokrat resmi menjadi penonton Pilpres. Jadi penyampaian sikap politik itu sudah lewat momentumnya," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: