Sikap Politik Demokrat Aneh!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 21 Mei 2014, 08:33 WIB
Sikap Politik Demokrat Aneh<i>!</i>
demokrat/net
rmol news logo . Aneh, Partai Demokrat ingin mencermati terlebih dahulu visi, misi, dan program para capres, dan baru kemudian menentukan sikap mendukung salah satu pasangan.

"Demokrat lupa mereka itu adalah partai politik, dan bukan ormas. Sebab, yang menilai dan mengkritisi visi, misi, dan program capres-cawapres itu adalah masyarakat, dan bukan partai," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 21/5).

Dalam Pilpres, Said menegaskan, partai justru seharusnya berperan membantu menyusun visi, misi, dan program capres-cawapres.

"Bukannya malah berperan sebagai juri," ungkap Said.

Said menilai pernyataan sikap politik Demokrat yang disampaikan Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan di kantor DPP Demokrat pada Selasa sore kemarin itu (20/5) juga sudah basi. Sebab  tanpa harus disampaikan pun, terhitung sejak pukul 16.00 Selasa sore (20/5), secara hukum Demokrat sudah otomatis tidak bisa lagi ikut mengusung pasangan calon manapun secara formal.

"Itulah menit terakhir ditutupnya pendaftaran capres-cawapres di KPU. Pada menit itu pula Demokrat resmi menjadi penonton Pilpres. Jadi penyampaian sikap politik itu sudah lewat momentumnya," demikian Said. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA