Besar kemungkinan, cawapres untuk Jokowi akan diumumkan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran. KPU membuka pendaftaran capres-cawapres pada 18-20 Mei 2014.
Karena belum pasti itu, wajar saja pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan nama Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Usul ini bahkan relevan ditinjau dari beberapa sisi yang memang penting untuk merebut kemenangan.
Muhaimin Iskandar adalah salah satu kader Nahdhatul Ulama. Perolehan suara PKB yang kemarin meningkat juga diyakini karena ada
NU effecet. Di saat yang sama, sinyal dukungan NU kepada PKB begitu nyata dalam pemilihan legislatif kemarin.
Bila Muhaimin Iskandar menjadi cawapres, warga Nahdliyin diyakini bisa total mendukung pasangan Jokowi-Muhaimin.
Dari sisi sumbangan elektoral, Muhaimin juga yang paling pas. Perolehan suara PKB di atas suara Partai Nasdem, yang dikabarkan juga mengajukan nama lain. Perolehan suara PKB mencapai 9,4 persen dengan total 11.298.957 pemilih. Sementara Partai Nasdem memperoleh 6,72 persen dengan total 8.402.812 pemilih.
Dari sisi kebutuhan untuk mengisi kekurangan Jokowi, Muhaimin juga dinilai tepat. Muhaminin bisa menjadi simbol kelompok muslim santri, di tengah serangan pada Jokowi yang dinilai kelompok nasionalis-sekuler.
[ysa]
BERITA TERKAIT: