Demikian disampaikan Geolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Danny Hilman. Bisa jadi, ungkap Danny, kekuatan asing ini akan menyusup ke pemerintahan baru di masa mendatang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menghentikan upaya pemugaran situs fenomenal yang berusia lebih dari 10.000 tahun sebelum Masehi ini.
"Kekuatan asing itu yang harus kita hilangkan," kata Danny, yang juga salah satu peneliti dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri (TTPM) beberapa saat lalu (Jumat, 16/5)
Karena itu Danny dan tim berharap semua pihak mengerti permasalah tersebut sehingga dapat memperjuangkan pembangunan situs ini secara bersama. Ia mencontohkan keberadaan kelompok-kelompok yang menentang pemugaran adalah mereka yang terus membuat berita kontroversial yang tidak jelas.
Untuk itu, ia juga mengharapkan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar "menengok ke belakang", dan melihat bahwa politik memecah belah, devide et impera, dari pihak musuh dapat membuat negara kita lemah.
"Kalau kita menengok ke masa lalu, sebenarnya hal ini biasa, politik devide et impera, ini yang dapat membuat kita lemah," demikian Danny.
[ysa]
BERITA TERKAIT: