Bila Megawati bisa melupakan periode pahit, pedih dan sakit hati saat dikhianati SBY pada beberapa tahun lalu, maka jalinan kehangatan dapat diwujudkan kembali untuk meraih masa depan yang gemilang.
"Daripada berkoalisi dengan Partai Golkar yang sangat beresiko, sebaiknya PDIP berkoalisi saja dengan Partai Demokrat," kata Koordinator Petisi 28, Haris Rusli, beberapa saat lalu (Jumat, 17/5).
Dalam catatan Haris, Partai Golkar punya sejarah yang tak enak. Golkar selalu tak kompak saat Pilpres, serta selalu pecah berantakan dan tak tunduk pada keputusan Partai. Masing-masing elit Golkar pun bermain sendiri-sendiri untuk meraih keuntungan pribadi.
"Maka nampaknya pasangan Jokowi-Pramono Edhie adalah pasangan yang sangat realistis, pasangan sipil dan militer, untuk memenangkan Pilpres dan memperkuat pengaruh pemerintah di parlemen pasca kemenagan di Pilpres," kata Haris, sambil yakin pemenang Konvensi Demokrat yang akan diumumkan sore nanti adalah Pramono Edhie Wibowo.
Haris pun mengingatkan, tanpa kekuatan politik yang kuat di parlemen, sulit bagi pemerintah untuk menjalankan kebijakannya. Bahkan, tanpa dukungan parlemen, dapat saja pemerintahan terpilih digulingkan di tengah jalan.
"Mari kita sukseskan Derby Cikeas, Prabowo-Hatta vs Jokowi-Pramono," demikian Haris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: