Jaringan komunikasi antara kapal selam tanpa awak berwarna kuning itu dengan kapal induk yang menjadi pusat komunikasi pencarian terputus. Diperkirakan penundaan akan berlangsung selama empat hari.
Bluefin Bluefin-21 merupakan satu-satunya kapal selam yang mencari jejak Boeing 777 200ER yang hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada tanggal 8 Maret lalu. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai nasib pesawat nahas itu.
Wakil Direktur Teknik Samudera Angkatan Laut AS, Michael Dean, dalam keterangan hari Rabu (14/5) mengatakan, transponder Bluefin-21 rusak ketika diangkat oleh kapal milik Australia, Ocean Shield. Bluefin-21 tersangkut alat navigasi yang ada di sisi Ocean Shield.
Ketika Bluefin-21 sedang diperbaiki, kru baru menyadari bahwa mereka tidak memiliki suku cadanga pengganti bagian-bagian yang rusak dari Bluefin-21 di atas Ocean Shield.
Seperti dikutip dari
CNN, Ocean Shield telah meniggalkan wilayah pencarian dan kini dalam perjalanan menuju pantai barat Australia.
[dem]
BERITA TERKAIT: