Hari Selasa siang, SBY, sebagai Presiden RI, bertemu dengan Jokowi, sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan. SBY pun memberi izin cuti kepada Jokowi selama menghadapi Pilpres.
Selasa sore, SBY, masih sebagai Presiden RI, juga bertemu dengan Prabowo dan Hatta Rajasa. Prabowo, sebagai capres Partai Gerindra, mengantar Hatta yang mengundurkan diri dari jabatan Menko Perekonomian karena akan menjadi cawapres.
"Pertemuan tersebut adalah sesuatu yang lumrah bagi alam demokrasi pada umumnya, tapi dapat dikatakan memiliki kekhasan dibanding proses pergantian kepemimpinan di Indonesia dalam memori kolektif bangsa Indonesia," kata peneliti Indonesia Media Watch (IMW), Dinda Satriani, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 14/5).
Dalam catatan Dinda, sejak pergantian Orde Lama ke Orde Baru dan melewati masa Reformasi, pergantian kekuasaan selalu berkaitan dengan cara-cara yang tergolong radikal, bahkan diwarnai dengan kekerasan. Saat itu, seolah wajar bila pergantian kepempinan negara ini selalu meninggalkan luka.
"Tampaknya pertemuan Selasa kemarin menjadi marka bagi wacana baru budaya politik di Indonesia ke depan. Yaitu budaya politik santun, dan budaya politik yang menjunjung tinggi etika demokrasi ini sepatutnya melekat dalam keseharian," demikian Dian.
[ysa]
BERITA TERKAIT: