Dengan kondisi seperti ini, dipercaya hanya SBY yang bisa memecah kebekuan. Karena itu, diam-diam banyak elit partai yang berharap agar SBY untuk turun tangan langsung dan mengatasi kemacaten. Bagaimanapun, membangun koalisi selama 10 tahun terakhir, membuat SBY paham betul keadaan lapangan, termasuk mental para politisi itu.
Dan SBY juga diyakini, mengerti betul membuat racikan koalisi, semacam lem yang merekatkan satu sama lain. Lem itu bisa bermacam-macam bentuknya, termasuk mahar dan juga pembagian jatah kursi kekuasaan.
Di luar harapan, keinginan, dan kondisi koalisi yang tak menentu itu, SBY sudah memberi sinyal akan benar-benar turun tangan dan membuat poros koalisi sendiri. Hal ini misalnya terlihat jelas dalam video "Suara Demokrat" di
Youtube. Dalam video itu, SBY menegaskan, ia hanya mau berkoalisi bila Demokrat berperan siginifikan. Bila cuma pelengkap, oposisi bisa jadi pilihan
"Oposisi yang cerdas, oposisi yang bijak dan membawa manfaat bagi rakyat kita. Dua-duanya masih terbuka dan inilah proses politik yang sedang kami tempuh," katanya, sambil mengatakan bahwa saat ini ia memutuskan untuk 'menyepi' sambil membaca peta politik terkini, hingga bila sudah sampai waktunya, ia akan menyampaikan sikap resmi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: