Hal itu tentu akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kesiapan Pasukan Garuda dalam melaksanakan misi perdamaian.
"Untuk itu, diperlukan suatu program pencegahan malaria berupa preventive medicine, salah satunya adalah dengan memberikan obat Mefloquine," jelas Perwira Penerangan Konga XX-K/MONUSCO, Lettu (Cpm) Try Wibowo melalui pesan elektronik kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin, (3/2).
Terkait hal tersebut, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-K/MONUSCO, terdiri dari, TNI AD 148 orang, TNI AL 18 orang, TNI AU 5 orang, 4 personel dari Mabes TNI menerima pemberian obat Mefloquine dari Tim Kesehatan Satgas Kizi TNI di Bumi Nusantara Camp, Dungu, Kongo, Minggu (2/2).
Dalam setiap pemberian dan pelaksanaan minum obat dilakukan secara serentak oleh seluruh personel Kontingen Garuda yang berkumpul di lapangan apel, kemudian dokter dan tim kesehatan Satgas Kizi TNI membagikan obat satu per satu kepada personel Kontingen Garuda. Pemberian dan peminuman obat secara langsung diawasi oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Konga XX-K/MONUSCO, Mayor (Czi) Nurdihin Adi Nugroho.
"Kegiatan ini dipandang perlu mengingat malaria merupakan penyakit endemis di Afrika sehingga memerlukan perhatian sangat serius, peminuman dan pemberian obat dengan cara demikian diharapkan dapat mencegah penyakit malaria," ujar Mayor (Czi) Nurdihin.
Dansatgas Konga XX-K/MONUSCO, Mayor (Czi) Nurdihin Adi Nugroho juga mengatakan bahwa, selain pemberian obat mefloquine untuk pencegahan malaria, tim kesehatan Satgas Kizi TNI juga melakukan upaya preventif lainnya seperti fogging setiap dua minggu sekali.
“Pemasangan kelambu setiap saat tidur, pemakaian repellent atau lotion anti nyamuk, penanaman pohon sereh, pengendalian vector secara biologis dan kimia, serta senantiasa menjaga kebersihan sanitasi lingkungan,†jelas Dansatgas.
[zul]
BERITA TERKAIT: