Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo enggan menanggapi aksi tersebut. Menurutnya, wacana penutupan terminal Lebak Bulus sudah berlangsung sejak 1,5 tahun yang lalu. Mantan Walikota Solo ini justru mempertanyakan mengapa warga baru berdemo sekarang.
"Orang kan sudah ngerti bahwa satu setengah tahun yang lalu sudah disampaikan bahwa Terminal Lebak Bulus akan dipakai untuk Stasiun MRT," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (6/1).
Ia pun menekankan bahwa penutupan terminal Lebak Bulus hanya bersifat sementara. Jokowi yakin ada pihak tertentu yang berusaha untuk menambah panas situasi.
"Ini kan setelah dibangun nanti kembali lagi kan karena disitu bukan PO-nya yang ramai sebetulnya tapi yang lain. Ada ormas-nya, ada calo disitu gitu loh. Yang rame justru yang itu, bukan PO-nya. Mau dipindah kemana pun nggak ada masalah," imbuhnya.
Menurut hemat dia, sebaiknya para sopir dan awak AKAP mengikuti arahan yang sudah disampaikan oleh kepala Dinas Perhubungan.
"Sudah saya nggak ngurusi hal yang kecil-kecil seperti itu. Mereka minta dipindah ke lokasi yang nggak jauh dari Lebak Bulus, ya tunjukin dimana tempatnya. Ya tunjukin," tegasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan surat nomor 8101/-1.819.611.2 perihal penataan trayek angkutan AKAP dan surat nomor 17335/-1.819.611.2 perihal perubahan trayek angkutan AKAP Terminal Lebak Bulus dialihkan ketiga tempat. Pertama Terminal Kalideres akan melayani bus tujuan Sumatera dan Banten. Terminal Kampung Rambutan akan melayani bus jurusan Pulau Jawa. Terakhir Terminal Pulogadung akan menlayani jurusan Bali dan Nusa Tenggara.
[wid]