"Kita putuskan bangun SPBG secepatnya. Kita ada kesepakatan jangan nunggu-nungguan lagi. DKI juga nggak mau nunggu," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, JUmat (11/10).
Saat ini saja, lanjutnya, kebutuhan pasokan BBG di Jakarta sangat mendesak. Apalagi ditambah dengan 4 ribu bus yang akan datang tahun depan. Sehinga waktu pembangunan SPBG tersebut tidak bisa ditunda lagi.
Basuki mengakui bila selama ini Pemprov DKI selalu menunda pembelian angkutan umum berbahan baka gas karena SPBG masih sangat minim. Begitu juga dengan pihak yang ingin membangun SPBG yaitu Perusahaan Gas Negara (PGN) juga selalu menunda pembangunan SPBG dengan alasan menunggu penambahan armada bus.
"Kita nggak mau beli bus karena minta mana SPBG kamu kalau kami sudah beli bus yang cukup. Dulu DKI selalu menahan beli bus, alasannya SPBG tidak cukup. Yang bangun SPBG juga saja, saya bangun SPBG siapa yang mau ngisi. Nah, kita sudah putuskan, DKI tidak mau tahu, kita akan beli bus yang cukup," ujar Basuki lagi.
Untuk itu Pemprov DKI menawarkan PertaSelain itu juga mau bekerja sama dalam bidang pengolahan sampah dengan sistem incenarator (pembakaran sampah).
"Kita juga tawarkan ke Pertamina, mau nggak anda bangun PLTG. Kerja sama dengan DKI. kan kita butuh listrik yang banyak. Kalau PLTG sudah oke, kita akan kerja sama di bidang sampah. Dia lagi kaji bangun incenarator, jadi semua sampah kita bakar," ungkapnya.
[dem]