Palyja Diultimatum Segera Atasi Kekurangan Air Bersih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 06 Agustus 2013, 19:11 WIB
Palyja Diultimatum Segera Atasi Kekurangan Air Bersih
ilustrasi/net
rmol news logo PT Palyja diminta segera mengatasi ketiadaan pasokan air untuk pelanggannya di beberapa wilayah di DKI Jakarta akibat terbakarnya Panel Pompa Air Baku (PAB) Cawang, Sabtu (3/8) pekan lalu.

"Kita menuntut pihak Palyja mengambil langkah alternatif untuk mengatasi kekeringan di sebagian Jakarta, dengan memberikan air bersih kepada warga," ujar Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Energi Rakyat (Ampera), Ujang Muhammad, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (6/8).

Palyja, kata dia, harus bertanggung jawab terhadap kekurangan pasokan air di beberapa daerah yang terkena dampak dari terbakarnya Panel Pompa Air Terpadu Cawang tersebut. Akibat kebakaran, Palyja sebagai operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta hanya mempu menyediakan pasokan air baku sekitar 1.200 liter per detik dari normalnya 5.600 liter per detik.

Ujang mengatakan kejadian tersebut menunjukkan ketidakprofesionalan Palyja. Untuk itu, Ampera mendorong agar Gubernur DKI Joko Widodo menegur Palyja.

"Jika tidak segra di tindak lanjut maka kami akan turun ke jalan," demikian Ujang.

Panel Pompa Air Baku (PAB) Cawang milik pihak ketiga Perum Jasa Tirta (PJT) II, terbakar Sabtu (3/8) pekan lalu. Kebakaran terjadi pada pukul 9.20 WIB. Akibat kebakaran tersebut Palyja mengurangi suplai air untuk wilayah Karet Semanggi, Karet, Setiabudi, Karet Tengsin, Bendungan Hilir, Gelora,Kuningan Timur, Karet Kuningan, Menteng, Pegangsaan, Menteng Atas, Kebon Sirih, Bagian Timur (Kebon Melati, Kebon Kacang, Kampung Bali), Gambir, Petojo Selatan, Guntur, Manggarai, Manggarai Selatan, Gondangdia, Cikini, Pasar Manggis, Kebon Kelapa, Pasar Baru, Kartini, Karang Anyar, Maphar, Taman Sari, Tangki, Bagian Selatan (Mangga Besar, Mangga Besar).

Lalu, Petojo Utara, Krukut, Tanah Sereal, Duri pulo, Duri Selatan, Kali Anyar, Jembatan Besi, Krendang, Duri Utara, Keagungan, Glodok,Tambora, Jembatan Lima, Angke, Suka Bumi Utara, Duri Kepa,Tanjung Duren Selatan, Tanjung Duren Utara, Kebon Jeruk, Kedoya Selatan, Pejagalan, Semanan, Duri Kosambi, Jelambar baru, Wijaya Kusuma, Jelambar, Kapuk, Kapuk Muara, Ulujami, Cipulir (Seskoal), Mampang Prapatan, Pengadegan, Rawajati, Tebet Barat dan Tebet Timur.

Adapun wilayah yang suplai airnya dihentikan adalah Petamburan, Slipi, Kota Bambu, Jatipulo, Tomang, Grogol, Ancol, Penjaringan, Pekojan, Bagian Utara (Tambora, Jembatan Lima Angke), Bagian Utara Mangga Dua Selatan, Pinangsia, Roa Malaka, Pejagalan, Kemanggisan, Palmerah, Penjaringan, Pluit, Jembatan Lima, Krendang, Jembatan Besi, Kalianyar dan Angke. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA