Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPR RI, Laurens Bahang Dama bersama rombongan saat melakukan Kunker Spesifik Jalur Lebaran Jembatan Timbang Losarang, Indramayu, Jawa Barat dua hari lalu.
"Overload terbukti menjadi faktor dominan rusaknya beberapa titik di ruas Pantura. Kenyataan ini tidak bisa dipungkiri lagi. Tadi kan kita semua melihat kendaraan yang masuk kesini semuanya bermuatan rata-rata di atas 20 ton," ujarnya seperti dikutip dari
pu.go.id, Kamis (25/7).
Disisi lain katanya, kekuatan maksimal konstruksi jalan yang melintasi lima provinsi; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur itu hanya di desain 10 ton. Sedangkan beban kendaraan yang lewat hingga tiga kali lipat beratnya. Maka sudah pasti ini menjadikan jalan cepat rusak.
Terkait masalah ini politisi PAN itu menghimbau seluruh instansi terkait duduk bersama menyelesaikan problema yang sudah berlarut-larut ini. Ia juga menghimbau, dihentikannya segera penyimpangan aturan yang selama ini terus saja berlangsung. Menurutnya pemerintah sudah mengalokasikan dana cukup besar hanya untuk perbaikan jalan. Dana ini menjadi mubazir bila kerusakan yang terjadi terus berulang terjadi.
Pihaknya juga ingin mengetahui langsung adakah kendala di lapangan dan sejauhmana kerjasama antar instansi selama ini. Agar ke depan tidak ada lagi muatan overload yang menyebabkan kerusakan jalan.
"Oleh karena itu kesadaran saling menjaga, mengawasi dan ikut memiliki perlu ditumbuhkan di kalangan masyarakat," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: