Demikian disampaikan SBY didampingi Wakil Presiden Boediono saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang membahas rencana dan kesiapan pelayanan dan pengamanan mudik lebaran di kantor Presiden, Jakarta, Kamis siang (18/7).
"Mari kita beri pelayanan terbaik bagi saudara-saudara kita setahun sekali, karena ini memiliki makna yang besar bagi pemudik untuk bertemu saudara-saudaranya," ujar SBY.
Menurutnya seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI (
setkab.go.id), tradisi mudik juga memberi masukan pendapatan bagi negara. Para pemudik akan menggerakkan perekonomian di daerahnya masing-masing.
SBY mengingatkan agar tidak menganggap persiapan menjelang perayaan Idul Fitri itu sebagai tugas rutin. Mari mesti diperlakukan sebagai operasi tersendiri. Karena setiap tahun persoalannya tidak selalu sama. "Mari kita lakukan benar-benar sebagai kegiatan dan operasi yang harus kita sukseskan," pinta SBY.
Operasi pengamanan untuk menjamin jutaan pemudik dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Terkait dengan masalah keselamatan pemudik, pemerintah harus berusaha mengurangi kecelakaan. Maka perlu ada pelayanan yang baik, transportasi, pengaturan lalu lintas dan tempat yang sering kemacetan harus diatur dengan baik, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) tersedia dengan baik.
"Mari kita layani dengan baik saudara-saudara yang akan pulang kampung untuk bertemu saudaranya," tandas Kepala Negera ini.
[rsn]
BERITA TERKAIT: