Priyo Budi Tak Perlu Panik, Semua Lagi Mabuk Pencitraan Termasuk Pimpinan KPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 04 Juni 2013, 10:02 WIB
Priyo Budi Tak Perlu Panik, Semua Lagi Mabuk Pencitraan Termasuk Pimpinan KPK
rmol news logo Wakil Ketua DPR Partai Golkar Priyo Budi Santoso disarankan untuk tetap bersikap low profile menghadapi perkembangan penanganan kasus suap proyek Al Quran dan pengadaan IT Laboratorium di Kementerian Agama.

Apalagi kalau Ketua DPP itu meyakini tidak terlibat, tidak tahu-menahu atas kasus yang membuat namanya disebut-sebut dalam persidangan.

"Kalau tidak, sebaiknya dia tenang-tenang saja dan bersikap low profile," ungkap Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 4/6).

"Apalagi belum ada berita apa-apa bahwa dia mau dipanggil, mau diperiksa ke KPK. Saya tidak mendengar sama sekali ada rencana-rencana pemanggilan dia. Tidak perlu panik sampai ada surat panggilan, baru diperhatikan," ungkap Hajri.

Tak hanya itu, menurut Hajri, Priyo juga perlu terpancing oleh pernyataan  yang disampaikan pimpinan KPK bahwa sudah ada bukti awal atas keterlibatannya dalam kasus tersebut, seperti yang pernah disinggung Busyro Muqoddas.

Karena saat ini, tekan Hajri, adalah memang zaman politik pencitraan.

"Semua pimpinan lembaga negara dari eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, sampai ke komisi-komisi negara tanpa terkeucali, semuanya sedang mabuk politik pencitraan. Semuanya berbicara dengan media massa bahkan terhadap sesuatu yang tak perlu diomongkan di media," tegas Wakil Ketua MPR RI ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA