Pasalnya, elektabilitas partai penguasa itu terus melorot. Berdasarkan hasil survei CSIS yang dirilis Minggu kemarin, Demokrat berada di urutan keempat dengan elektabilitas 7 persenan. Bahkan, sebelumnya, berdasarkan survei Indo Barometer, tingkat keterpilihan partai yang didirikan SBY itu hanya 4 persenan.
"Ayo dong Jero Wacik, Syarief Hasan dan Ruhut Sitompul, Rachland, Didi dan Ulil segera bikin konpers untuk meminta SBY mundur sebagai ketum," ujar mantan Sekretaris Bidang Agama DPP Partai Demokrat Mamun Murod Al Barbasy kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 29/5).
Mamun mengingatkan, saat survei SMRC menunjukkan perolehan suara Demokrat 8 persenan, semua merespon dengan meminta Anas Urbaningrum untuk mundur.
"Sekarang dua survei sudah membuktikan bahwa elektabilitas PD turun lebih rendah dari 'survei pesanan' yang dibuat SMRC, kok tidak ada yang minta ketum SBY mundur ya? Mestinya biar terkesan adil, JW, SH, RS, Ulil, Didi dan Rachland buat konpres minta SBY mundur."
"Dulu survei pesanan saja dipakai untuk nyuruh Anas mundur. Apalagi sekarang ini survei betulan, Demokrat anjlok. Maka Pak Wacik, Pak Syarif dan Ruhut harus berani minta SBY mundur. Kalau tidak, makin terbukti bahwa kejatuhan Anas memang rekayasa yang sistemik yang disokong para sengkuni dan penjilat saja," ungkap Mamun Murod.
[zul]
BERITA TERKAIT: