"Kami melibatkan dua kompi brimob untuk menjaga situasi demo tetap berjalan kondusif," ujar Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Priyo Widiyanto, saat memimpin jalannya pengamanan.
Menurut dia, aksi tersebut telah mengakibatkan dampak yang kompleks, mulai dari lumpuhnya jadwal perjalanan kereta hingga kemacetan lalu lintas di sekitar stasiun. "Yang lumpuh trayek wilayah utara. Jalan di sekitar stasiun juga macet walu tidak telalu parah," ujarnya.
Menurut dia, polisi telah melakukan mediasi antara demonstran dengan PT KAI guna menampung tuntutan dan meneruskannya kepada pihak terkait. "Mediasi sudah kita lakukan, pihak KAI juga akan meneruskannya ke pengurus pusat," katanya.
Aksi penghadangan tiga jalur perlintasan kereta itu berlangsung tertib. Sejumlah TNI juga nampak berjaga di sekitar lokasi.
Puluhan penumpang yang mengatasnamakan diri mereka Komunitas Masyarakat Pengguna Kereta memblokir jalur dengan cara turun ke rel dan memasang tiga spanduk di setiap kereta yang berisi lima tuntutan.
"Kami minta penghapusan kereta ekonomi dibatalkan, menambah jadwal perjalanan KRL Ekonomi, turunkan tarif. KRL comuterline, hapus sistem transit, dan semua KRL Ekonomi berhenti di Stasiun Bekasi," kata salah satu demonstran, Ami (47).
[ant/zul]