Di mata pengamat politik Rico Marbun, hal itu bukan Edhie Baskoro Yudhoyono lebih baik baik dari Marzuki Alie. Karena Ibas, panggilan putra bungsu SBY itu, diyakini Rico Marbun, mengundurkan diri bukan untuk mengurus partai, sebagaimana disampaikan pada saat mengumumkan ke publik pengunduran diri tersebut.
"Saya kira alasan mengurus partai, nggak benar lah ya," ujar Rico Marbun kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin petang (Minggu, 10/3).
Ibas merupakan Sekjen DPP Partai Demokrat.
"Kita sudah tahu sendiri, apalagi kita lihat secara langsung tanpa sulit kita menganalisa alasan Ibas mundur karena (masalah) tanda tangan itu. Kalau tak karena itu, kenapa harus mundur sekarang, padahal jabatan anggota Dewan tinggal satu tahun lagi dan dia (Ibas) sudah sekian tahun jadi sekjen," tandas Rico.
[zul]
BERITA TERKAIT: