Tapi kecurigaan itu dibantah oleh kader Demokrat yang mendorong digelarnya KLB.
"Tak perlu ada kekhawatiran seperti itu dan tidak baik mendikotomikan kubu-kubuan. Tidak ada kubu A dan kubu B. Yang ada adalah kubu PD," jelas Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo Abdullah kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 5/3).
Menurut Abdullah, selagi masih ada saling curiga, justru sulit menyatukan kekuatan yang ada di partai. Karena itu, dia mengimbau, saatnya sekarang seluruh komponen yang ada untuk bersatu, bergandeng tangan bersama membesarkan Partai Demokrat dengan penuh kekompakan.
"Siapapun nanti yang terpilih menjadi Ketum baru melalui proses yang Demokratis, pasti didukung seluruh kader," tegasnya.
Sebelumnya, Abdullah mengaku sampai saat ini belum tahu akan memilih siapa yang akan menjadi ketua umum kalau Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. "Belum tahu, karena kandidatnya belum munculkan?" ungkapnya diplomatis.
[zul]
BERITA TERKAIT: