33 Pengprov UTI-Pro Resmi Dikukuhkan BOPI

Jumat, 18 Januari 2013, 20:52 WIB
33 Pengprov UTI-Pro Resmi Dikukuhkan BOPI
rmol news logo Sebanyak 33 Kepengurusan Provinsi Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) resmi dikukuhkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Selanjutnya, mereka langsung menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di UTI-Pro Trainning Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, 18-19 Januari.

Acara pengukuhan yang juga dihadiri Presiden Akademi Taekwondo WTF, Dr. Yang Jin Suk dan Plt Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto, Pembina YUTI dan  UTI-Pro, Grandmaster Lioe Nam Khiong, serta Ketua Umum Uti-Pro, Ngatino SH itu dihadiri oleh 204 peserta yang berasal dari 33 provinsi.

Dalam sambutannya, pembina sekaligus pendiri UTI-Pro, Lioe Nam Khiong menepis isu bahwa organisasi yang didirikannya telah kehilangan arah. Justru, kata dia, UTI-Pro telah mendapat pengakuan dari pemerintah melalui BOPI.

“Saya tegaskan sekali lagi, soal isu itu tidak benar. Seperti diketahui, kami baru saja menggelar Kejuaraan Best of The Best dengan sukses dan diikuti oleh para taekwondoin terbaik di Indonesia.Tekad kami adalah ikut membangun prestasi taekwondo di Indonesia,” papar Lioe Nam Kiong.

Ia juga menegaskan bahwa UTI-Pro bukanlah saingan dari Pengurus Besar Taekwondo Seluruh Indonesia (PBTI) melainkan bersinergi untuk membangun prestasi taekwondo Indonesia demi mengharumkan nama bangsa dan negara di percaturan taekwondo dunia.

“Kami sifatnya hanya menunjang bersama-sama PBTI membina prestasi taekwondo di Indonesia. Kami juga merangkul para pengurus PBTI di daerah untuk menjadi pengurus UTI-Pro dan mereka mendukung sepenuhnya organisasi taekwondo profesional di Indonesia ini,” ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Plt Ketua Umum BOPI, Haryo Yuniarto meminta kepada para pengurus maupun atlet yang berasal dari UTI-Pro tidak perlu gusar. Karena pemerintah melalui BOPI telah melegitimasi organisasi ini.

“Dari segi yuridis tidak ada pelanggaraan. Pendirian UTI-Pro sudah sesuai dengan UU Olahraga Nasional. Jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi, yang penting sekarang ini baik PBTI maupun UTI-Pro bersinergi demi  prestasi taekwondo Indonesia di percaturan international,” ujar Haryo. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA