Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mengenang sosok ibundanya, Hj Rohana Syamsuddin, yang wafat pada Selasa (4/12) lalu di Nusa Tenggara Barat. Din mengungkapkan, peran ibu sangat besar dan tak tergantikan dalam mendidik dan membesarkan anak.
Hal itu diungkapkan Din saat memberikan sambutan dalam acara takziah atas wafat ibundanya di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan Minggu malam (9/12).
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah kerabat, tokoh bangsa, teman, aktivis, seniman, dan masyarakat umum.
Menurut Din Syamsuddin, ibunda Rohana telah mengajarkan banyak hal, terutama jiwa kemandirian, kewirausahaan dan kepemimpinan yang tegas. Hal itu, cerita Din, antara lain ia buktikan sejak kecil dirinya sudah diajak menajajakan kue buatan ibunya, bahkan dirinya ikut membantu membuat kue jajanan.
“Ibu mengajarkan kerja keras. Nah karena saya sebagai anak kedua dari sembilan bersaudara, saya juga membantu pekerjaan rumah lainnya seperti mencuci baju adik-adik saya serta berbelanja ke pasar untuk keperluan sehari-hari,†kenang Din.
Pelajaran penting itulah, lanjut Din, yang ia rasakan saat ini. Bahkan ia mengakui, kesuksesan yang diraihnya hingga saat ini adalah berkat doa dan peran ibu. “Setiap saya bepergian, baik ke daerah maupun ke luar negeri, setiap hari saya telpon ibu, minta doa restunya. Beliau selalu mendoakan saya,†aku Din.
Guru Besar Ilmu Politik Islam UIN Jakarta ini menambahkan, di sisi ibu juga terdapat sosok bapak, Abdullah Syamsuddin, yang juga berperan penting dalam perjalanan dan karir dirinya.
“Bapak saya juga sangat sentral perannya. Beliau yang mengenalkan dan mengajarkan kepada saya berorganisasi sejak kecil. Beliau pula yang mengajarkan kepemimpinan kepada saya,†jelas Din, sembari menambahkan bahwa ayahnya yang tergolong ulama terpandang di daerahnya, Sumbawa Besar, dan pegawai PNS Departemen Agama, saat itu.
Rasa kehilangan atas wafatnya Hj Rohana Syamsuddin tidak hanya dirasakan keluarga besar Din Syamsuddin. Hal yang sama juga dirasakan Sekjen MUI Ikhwan Syam. Ikhwan. Dia mengaku mengenal baik sosok Rohana Syamsuddin.
“Ibu Rohana adalah sosok teladan yang telah melahirkan dan mendidik seorang tokoh bangsa dan umat, Pak Din Syamsuddin. Karena itu, kehilangan juga dirasakan umat dan bangsa karena Prof Din Syamsuddin adalah tokoh bangsa yang sangat besar kiprah dan jasanya bagi Indonesia,†jelas Ikhwan.
Untuk itulah, bangsa Indonesia sudah sepatutnya berterima kasih kepada ibu Rohana Syamsuddin, karena dari beliaulah lahir sosok besar yang menjadi pemimpin umat, tambahnya.
Sementara itu, Hajriyanto Y Thohari menegaskan pentingnya mengingat kematian. Dalam pandangan tokoh Muhammadiyah ini, kematian sangat terkait dengan dunia tasawuf.
“Kalau dalam tasawuf itu dikenal dua mazhab, yakni mazhab khouf Illah (takut Tuhan) yang dipelopori sufi besar Hasan Basri, dan kedua mazhab hubb Illah (cinta Tuhan) yang dipelopori sufiwati besar Rabiah Adawiyah,†jelas Hajri.
Maka dari itu, lanjut Hajri, sudah selayaknya kematian menjadi peringatan kepada kita semua untuk takut kepada Allah, sekaligus mencintai-Nya. Dengan begitu, uajrnya, kita akan makin termotifasi untuk meningkatkan kualitas ibadah. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: