Mendorong Melki Laka Lena, Cara Golkar Menyelamatkan Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 07 Desember 2012, 13:02 WIB
Mendorong Melki Laka Lena, Cara Golkar Menyelamatkan Bangsa
Melki Laka Lena
rmol news logo Kader muda Partai Golkar Melki Laka Lena (36) terpilih sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur mendampingi calon gubernur Ibrahim Agustinus Medah yang saat ini adalah Ketua DPRD NTT.

Penetapan duet Ibrahim dan Melki tertuang dalam surat DPP Golkar No. R 406/Golkar/XII/2012 tentanga Pengesahan Pasangan Calon Kepala Daerah ProvinsiNTT yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham. Pencalonan keduanya ditetapkan tanggal 3 Desember lalu.

“Golkar menyadari regenerasi dan kaderisasi dalam tubuh partai sangat penting. Penunjukan Melki Laka Lena sebagai cawagub sudah dipertimbangkan matang-matang. Ini dilakukan Golkar untuk Indonesia. Sudah saatnya anak muda yang bersih dan memiliki visi ditampilkan dalam sejarah bangsa,” ujar Idrus Marham dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat siang (7/12).

  Idrus mengajak semua pihak menyadari bahwa penduduk Indonesia saat ini didominasi generasi muda yang bertanggung jawab atas nasib bangsa dan  negara di masa depan. Dengan pertimbangan itulah Golkar kini mulai melirik seluruh potensi anak muda yang ada di partai itu dan memberikan kesempatan kepada mereka bertarung dalam proses demokrasi yang bersih, bermartabat dan bervisi.

“Pak Aburizal Bakrie sangat menyadari betapa Indonesia membutuhkan anak muda sebagai lokomotif negara dan Golkar ingin menjadi yang terdepan dalam melakukan regenerasi sebagai tindak lanjut dari kaderisasi yang selalu dijalankan secara ketat dan disiplin. Melki Lakalena dipandang Golkar mewakili generasinya dalam mencetak sejarah baru perjalanan panjang sejarah negara Indonesia,” kata Idrus lagi.

  Idrus Marham membayangkan bila semua partai melakukan hal yang sama maka Indonesia selamat dari kegaduhan politik dan ancaman perpecahan bangsa yang sekarang seakan nyata di depan mata.

“Kita semua harus menyadari juga bahwa setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Apa yang dilakukan Golkar adalah upaya menyelamatkan bangsa dari ketiadaan kepemimpinan. Ini semua dilakukan demi Indonesia satu yang tak terbagi,” tegasnya sekali lagi. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA