Besok, Tepat Setahun Aksi Bakar Diri Si Anak Mama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 06 Desember 2012, 18:08 WIB
<i>Besok, Tepat Setahun Aksi Bakar Diri Si Anak Mama</i>
sondang hutagalung
rmol news logo Besok 7 Desember adalah tepat satu tahun peringatan aksi Sondang Hutagalung, seorang mahasiswa angkatan 2007 Fakultas Hukum UBK, Jakarta, yang menyalakan api di tubuhnya sendiri tepat di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Dan dapat dipastikan, ratusan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) akan kembali turun ke jalan, tepat ke lokasi setahun lalu pemuda aktivis HAM itu membakar dirinya.

"Aksi bakar diri sampai kematiannya (Sondang) adalah simbol pengorbanan dalam perjuangan menentang ketidakadilan," ujar jurubicara aksi besok, Aditya, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis petang (6/12).

Di benak rekan-rekannya, sosok Sondang selalu mengingatkan pada perjuangan yang tidak pernah berhenti atas sikap negara yang menutup mata akan kasus pelanggaran HAM berat dan wabah korupsi di indonesia.

Aksi Sondang Hutagalung membakar diri bukan aksi gila dan bukan aksi nekat, tetapi lebih mencerminkan klimaks kekecewaan rakyat. "Hal serupa dilakukan para aktivis pembebasan Tibet selama bertahun-tahun. Ada hal yang sama dengan apa yang diperjuangkan Sondang Hutagalung," lanjutnya.

Sondang berasal dari keluarga sangat sederhana, Ayahnya bekerja sebagai supir taksi dan ibunya adalah aktivis gereja.

Dia dikenal teman-temannya sebagai pemuda yang selalu gembira, optimis, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Karena itu dia dipilih menjadi Koordinator Himpunan Advokasi Studi Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia (Hamurabi) di lingkungan Universitas Bung Karno (UBK).

Sondang Hutagalung dan Hamurabi juga ikut aktif dalam aksi mengenang kematian Munir. Munir adalah pendiri Kontras yang meninggal dunia secara misterius dalam penerbangan dari Singapura menuju Belanda, September 2004.

Di balik sifatnya yang militan dalam berjuang, Sondang dikenal keluarga dan teman-temannya sebagai anak yang rajin beribadah ke gereja dan penurut pada orangtunya, bahkan dijuluki abang kandungnya sebagai "anak mama".

Setelah berjuang melawan sakit akibat luka bakar yang dideritanya, Sondang Hutagalung meninggal pada 10 Desember 2011 di ruang perawatan khusus RS Cipto Mangunkusumo. Kepergiannya bertepatan dengan hari HAM Internasional. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA