Cengkeraman kapitalisme di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Begitu juga dengan prilaku hedonis sejumlah pejabat negara yang disadari atau tidak akan mempermudah kapitalisme global menguasai Indonesia dan memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat. Lebih jauh, ujar Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, kapitalisme yang menguasai Indonesia telah menghancurkan berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengurangi martabat rakyat di bidang sosial dan ekonomi.
"Rakyat akan terus berada dalam penderitaan dan jebakan kemiskinan akibat corak kapitalisme yang jauh dari azas kerakyatan. Terlebih para kapitalis Indonesia menggunakan dukungan politik dan kekuasaan negara yang bagai beriringan dalam temali kuat dan saling berkelindan," kata Syahganda yang berbicara di Jakarta, hari Minggu (30/9).
Prilaku hedonis banyak pejabat yang hedonis, sambungnya, mempermudah sepak terjang kaum kapitalis dalam memperkuat pengaruh mereka di bumi pertiwi.
"Penyelenggara negara sepertinya tidak sadar perkembangan prinsip kapitalisme neoliberalistik akan terus melibas kebangkitan ekonomi rakyat serta menguntungkan kekuatan asing," ujar Syahganda lagi.
Bila keadaan ini tak segera diubah, Syahganda yakin, Indonesia dan rakyat Indonesia akan semakin nista. Akan semakin sulit dicegah bila kaum kapitalis antirakyat berhasil menyusup dengan sempurna dan membajak kepemimpinan nasional dan mengendalikan langsung kekuasaan negara. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: