Datang dengan pengawalan ketat menyatakan dirinya sangat senang dapat berkunjung kembali ke Indonesia lagi. Katanya, ini adalah bukti bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dengan AS selalu berkesinambungan.
"Kita punya sejarah hubungan diplomatik yang panjang," ujarnya istri dari Bill Clinton membuka pidato, Senin malam (3/9).
Dalam setelan blazer pink cerah dan celana putih, mantan pesaing Obama dalam konvensi Partai Demokrat menjelang Pilpres AS di tahun 2008 itu memaparkan pandangannya tentang berbagai isu dengan singkat dan padat.
"Sebelum mulai membahas beberapa isu terkait kedua negara, biarkan saya menyampaikan kecaman atas bom bunuh diri yang terjadi di Pakistan. Serangan terorisme dalam apapun bentuknya adalah melanggar nilai-nilai demokrasi dan HAM," lanjutnya lagi.
Hillary kemudian menyebutkan rangkaian kerjasama yang telah dan akan dilakukan antara pemerintah Indonesia dan AS. Hal yang paling vital adalah di bidang ekonomi dan pendidikan.
"Indonesia akan semakin kuat baik di tingkat regional maupun global. Oleh karena itu kami menilai bahwa pendidikan adalah hal paling penting dalam kehidupan. Karenanya USAID (badan bantuan Amerika Serikat) akan memberikan bantuan untuk terlaksananya pendidikan dasar di Indonesia serta memperbanyak kuota untuk program pertukaran pelajar," sambungnya.
Tak lupa, Hillary juga memuji kehebatan Indonesia dalam penegakkan nilai-nilai HAM dan demokrasi.
"Saya juga ingin menyampaikan rasa kagum saya pada usaha Indonesia dalam mewujudkan persatuan di ASEAN dengan dilandasi nilai-nilai penghormatan atas HAM, hukum internasional dan kebebasan. Oleh karena itu, AS juga akan mengirimkan delegasi terbaiknya dalam Bali Democracy Forum yang akan dilangsungkan sebentar lagi," pungkas Hillary Clinton.
[arp]
BERITA TERKAIT: