Kemunduran pengusaha nasional yang saat ini tersangkut kasus suap Bupati Buol Hartati Murdaya dari anggota Dewan Pembina Partai Demokrat dinilai semacam sikap protesnya terhadap petinggi partai yang tidak mau memberikan pembelaan, tetapi malah ramai-ramai mengambil jarak dan cuci tangan.
Pengamat politik AS Hikam menilai, sikap para petinggi Demokrat terhadap Hartati berbeda sekali dengan apa dialami Sang Ketua Umum, Anas Urbaningrum. Menurutnya, perlakukan yang diterima Hartati mirip dengan yang dialami mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin.
"Petinggi PD seolah-2 'lupa' terhadap jasa HM (Hartati Murdaya) kepada partai dan elitenya," ujar Hikam (Selasa, 14/8).
Alih-alih memberikan simpati, elite Demokrat, sejak kasus Buol dibongkar KPK, menyatakan bahwa kasus ini adalah urusan pribadi sang taipan tersebut. Seolah-olah PD tak ada urusan sama sekali dan tetap putih-bersih.
"Bisa dimaklumi jika HM merasa dirinya ibarat 'habis manis, sepah dibuang.' Politik, konon, tak kenal kawan dan lawan permanen. Yang ada hanyalah kepentingan permanen," demikian Wakil Rektor President University ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: