Sekitar 129 orang berjalan kaki dari Metropolis Town Square, Tangerang menuju kawasan pemukiman miskin di tepi kali Cisadane, Tangerang. Jarak antara dua lokasi itu 5 Km.
Mereka menamakan diri sebagai komunitas Geng Jalan Kaki (Jaka). Geng Jaka merupakan kumpulan orang yang hobi berjalan kaki.
Karena itu, mereka kerap menggelar acara jalan kaki bersama dari satu titik tempat ke titik lain, seperti yang mereka lakukan hari ini (Minggu, 15/7).
Tapi, komunitas ini tak hanya sekadar menyalurkan hobi. Karena, dalam setiap aksi, Geng Jaka menggelar bakti sosial. Bahkan berbagi itu adalah tujuan awal pendirian komunitas tersebut. Saat ini misalnya, Geng Jaka berada di Tepi Kali Cisadane.
"Kami mengunjungi tiap rumah warga dan mendengarkan keluhan. Lalu memberikan santunan, paket sembako," kata penggagas Geng Jaka, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 15/7).
Dahnil, yang juga pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini menyebutkan, anggota Geng Jaka terbuka. Siapa pun yang punya hobi berjalan kaki, bisa bergabung.
Diakui Dahnil, Geng Jalan Kaki berawal dari bangku kuliah. Di kampus, Dahnil mengajarkan mata kuliah Political Economy. Dalam mata kuliah tersebut, terdapat sub bab tentang teori kemiskinan."Kan nggak mungkin bicara (kemiskinan) terus. Kemudian saya minta mahasiswa untuk melakukan survei sederhana, tentang kemiskinan," jelas Dahnil.
Dari penelitian itu, yang kebetulan memilih tempat Tangerang, keluarlah ide untuk melakukan aksi nyata walau hanya sederhana.
"Melakukan aksi rutin dan kecil. Minimal kita bisa berbuat. Akhirnya membentuk penghobi jalan kaki. Karena tidak semua semuanya punya motor. Kampanye akan fokus pada pemberdayaan orang miskin dan kepedulian akan lingkungan," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.