Pak Raden pria yang memiliki nama lengkap Drs Suyadi adalah sang pencipta karakter 'Si Unyil'. Pak Raden mencurahkan isi hatinya, mengenai kegalauan hati terkait royalti atas karya 'Si Unyil' yang telah melegenda di dunia hiburan Tanah Air di atas lima lembar kertas putih dengan tulisan tangannya sendiri. Ia menulis dengan lengkap kegalauannya dengan judul "Si Unyil Sebuah Kegagalan".
"Bukan sial misi atau produtivitas, akan tetapi kegagalan bagi kreatornya secara finansial. Kerja keras selama bertahun-tahun tidak menghasilkan rejeki bagi kreatornya," tulis Pak Raden.
Dilanjutkannya, mereka yang tinggal menikmati bahkan meraup keuntungan dari hasil karyanya adalah orang yang tidak bertanggung jawab.
"Sebaliknya mereka yang tidak berbuat apa-apa, merekalah yang meraup keuntungan dari 'Si Unyil'. Dengan berdalih bahwa hak cipta 'Si Unyil' pernah saya serahkan kepada pihak PPFN (perum prooduksi film negara), maka PPFN beranggapan bahwa saya telah kehilangan kepemilikan hak cipta terhadap 'Si Unyil," lanjut Pak Raden
Terdengar sangat miris memang nasib pria berusia 79 tahun itu. Masih dalam tulisannya tersebut, Pak Raden juga menceritakan kronologis perjanjian dengan pihak PPFN yang ditenggarai merugikan Pak Raden.
"Perjanjian mengenai penyerahan hak cipta yang dibuat pada tanggal 14 Desember 1995, dan berlaku selama lima tahun itu seharusnya sudah berakhir pada tanggal 14 Desember 2000. Tetapai pihak PFN berpendapat bahwa hak cipta tetapi berada pada PFN untuk selamanya," tulis Pak Raden.
Pak Raden pun membeberkan bawa pendaftaraan tokoh-tokoh si Unyil ke Departemen Kehakiman oleh pihak PPFN tanpa ada hak sepersun yang dimiliki oleh Pak Raden.
"dianggap oleh PPFN bahwa saya tidak memiliki hak lagi atas tokoh-tokoh ciptaan saya dan ini berlaku untuk selamanya," keluh Pak Raden kemudian dalam tulisannya.
Dalam tulisan tersebut Pak Raden juga mengaku menyesal karena telah memberikan karyanya yakni 'Si Unyil', pada PPFN.
"Mengapa saya sampai sebodoh itu untuk menyerahkan cipta si Unyil ke pihal lain. Sekian tahun yang lalu dikandung maksud maksud oleh pimpinan PFN untuk menertibakan iklan-iklan yang menggunakan tokoh-tokoh si Unyil. Untuk menindaknya dirasa perlu oleh PFN pengalihan hak cipta dari kreatornya pada PFN," tutur Pak Raden melalui tulisannya.
Padahal, kata Pak Raden banyak produk makanan dan barang juga rumah menggunakan merek 'si Unyil", "pak Raden" dan sebagainya. Tapi hingga kini, keluh Pak Raden, belum ada pernah ada tindakan apa-apa terhadap pemakaian label dengan tokoh si Unyil tersebut.
Malah sekarang ada tayangan di stasiun televisi swasta yang menggunakan karakter si Unyil. Begitu juga tokoh 'Si Unyil'. Begitu juga iklan produk makanan dengan menampilkan tokoh si Unyil di layar kaca. Dan yang sekrang sedang diproduksi adalah si Unyil dengan format 3 demensi di sebuah studio animasi di Batam. Hak Pak Raden sudah hilang akan semua itu. Pak Raden mengaku hanya bisa menyesal dan coba bersabar sembari berharap dirinya bisa mendapatkan kembali keuntungan dari karyanya menciptakan tokoh si Unyil.
"Sudah pasti uang mengalir ke kocek pihak lain, bukan ke saya. Karena itu besar harapan saya sekiranya saya dapat lagi memegang kepemilikan hakl cipta si Unyil sebelum matahari kehidupan saya terbenam," harap Pak Raden juga dalam tulisannya.
Di akhir tulisannya, Pak Raden pun mengaku selama ini untuk mencukupi kehidupannya, ia hanya menjual gambar karyanya dan menjual suara.
[mar]