Di akhir pertemuan, Presiden SBY didampingi para petinggi-petinggi Parpol menggelar jumpa pers. Terlihat Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua PAN Hatta Rajasa, Ketua PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Namun sayangnya, Presiden SBY tidak membahas hal-hal yang faktual, termasuk demonstrasi penolakan BBM yang marak di berbagai kota di Indonesia. SBY malah berbicara soal hal-hal yang tidak membumi, seperti penyelamatan APBN dan pembangunan ekonomi.
"Kami para pimpinan partai politik koalisi pendukung pemerintah bersama menteri terkait dan Wapres Boediono baru saja melakukan pertemuan yang membahas perekonomian nasional yang akhir-akhir ini terjadi dan tantangannya," kata Presiden SBY di kediamannya, Cikeas, Bogor, Rabu malam (14/3).
Presiden SBY kemudian mengatakan, banyak pandangan yang menilai kenaikan BBM secara tidak lengkap. Jadi, yang harus dinilai, kenaikkan BBM ini tidak hanya untuk menyelamatkan APBN. "Tapi yang harus kita lihat bagaimana menyelamatkan pembangunan ekonomi nasional. Bukan hanya subsidi dan fiskal saja," kata SBY.
SBY kemudian mengatakan, meskipun BBM naik, pemerintah tetap memikirkan perlindungan sosial dengan tepat dan sampai sasaran.
"Kita juga memikirkan masyarakat misikin dan berpenghasilan rendah. Jadi intinya menyelamatkan APBN dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: